KENTAR 44

KENTAR 44
Oleh: Abdi Rahmatsah Siregar

Pada malam itu,
Pencuri,
Penjudi,
Penista,
Penzina,
Dan pencela.
Pada malam yang tidak bermoral itu,
Berkumpul dimeja bulat 
Berteman dengan minuman yang dilaknat
Masing-masing mereka berdebat
Meracau, setengah sadar

Tempat nun jauh disana adalah akhirat
Menjadi topik hangat
Masih menjadi angan
Tentang halal-haram
Surga-neraka
Yang kadang jelas, kadang buram

Pantaskah mulut-mulut berbau menusuk tajam itu
Berbantah-bantah tanpa penengah
Meracau dengan setengah sadarnya.

Sementara itu
Ahli ibadah dan agama
Ulama,
Bapa,
Pendeta,
Masih teramat lelap pada kasur empuk
Seolah tak mendengar kebisingan malam yang tak bermoral itu
yang berada di sebelah mereka.

-4 Desember 2017-

Comments