Kemana RPB (Rantau Prapat Bisink)? (Sebuah Ulasan)

Kemana Rantau Prapat Bisink? 

Oleh: Abdi Rahmatsah Siregar


            Rantau Prapat adalah ibukota kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Layaknya kota kecil yang jauh dari ibukota provinsi. Sebuah ide pun muncul dari pemuda-pemuda Ranto (sebutan Rantau Prapat dengan dialek Melayu Bilah). Yaitu sebuah wadah bagi pelaku dan penikmat musik distrosi keras. Melalui kesepakatan bersama diputuskanlah namanya Rantau Prapat Bisink.
            Rantau Prapat Bisink atau RPB pun digelar pertama kali pada tahun 2011. Rantau Prapat Bisink I begitu sebutan hajatan musik ini pertama kali digelar. Diisi oleh band-band local hero dan mendatangkan band ibukota provinsi Kumal band sebagai penutup acara. Ramai dan terbilang sukses, meski pada saat itu mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan masyarakat karena musik yang ditampilkan cukup berbeda dari biasanya.

logo Rantau Prapat Bisink
Sumber:  instagram @rpb_official

            Komitmen pun dibuat, hajatan ini akan dilakukan setiap tahunnya. Terbukti, RPB telah sampai pada tahun ke lima yaitu pada 2015. Rantau Prapat Bisink V. Hajatan ini pun sukses digelar dan telah mendapat pengakauan dari kota Medan sebagai even musik keras yang patut diperhitungkan. Beberapa band asal Medan bahkan tidak sabar ingin menunjukkan aksinya pada hajatan tahunan di kota Rantau Prapat. Pasalnya beberapa pelaku musik dengan distorsi keras kota Medan bertanya-tanya “kemana RPB (Rantau Prapat Bisink)”?
            Hal itu dikarenakan dua tahun belakangan yang seharusnya menjadi RPB VI dan VII tidak pernah terdengar lagi.

            Apakah sebenarnya yang terjadi dengan Rantau Prapat Bisink? Kenapa bisa hajatan ini menghilang selama dua tahun? Apakah ditahun-tahun berikutnya akan tetap diam?

Comments